Lirik dan Makna Lagu Bubble Gum - Clairo Terjemahan - Area Lirik

Lirik dan Makna Lagu Bubble Gum - Clairo Terjemahan

Arti Makna Lagu Bubble Gum - Clairo menggambarkan rasa canggung saat memendam rasa pada seseorang namun tidak mampu mengungkapkan atau melakukan apa yang sebenarnya diinginkan. Clairo menyesal karena tidak mencium sosok yang jelas-jelas ia dambakan, dan permen karet menjadi simbol bagi perasaan-perasaan yang tertahan di dalam dirinya. Kaitan dengan mitos bahwa permen karet akan menetap di dalam tubuh selama tujuh tahun mengubah momen keraguan sesaat itu menjadi gambaran lucu tentang kegelisahan emosional yang berkepanjangan. Lagu ini juga mengungkapkan keraguannya mengenai apakah sosok yang begitu berarti baginya, hingga ia rela melakukan apa saja demi orang tersebut, memiliki perasaan yang sama terhadapnya.

"Bubble Gum"

[Verse 1]
Sorry I didn't kiss you
But it's obvious I wanted to
Bubble gum down my throat and it's a curse
But my luck couldn't get any worse

Maaf aku tak menciummu
Padahal jelas aku ingin melakukannya
Permen karet tertelan ke tenggorokanku dan itu jadi kutukan
Tapi nasibku memang tak mungkin lebih buruk lagi

[Chorus]
'Cause I swallowed the bubble gum
Oh, and these seven years will be pretty dumb
Pink flowers grow from my skin
Pepto Bismol veins and I grin

Karena aku menelan permen karet itu
Oh, dan tujuh tahun ke depan ini bakal terasa konyol
Bunga-bunga merah muda tumbuh dari kulitku
Pembuluh darahku sewarna Pepto Bismol dan aku pun tersenyum

[Verse 2]
You look so nice in your shirt
It's sad because it just hurts
I'd do anything for you
But would you do that for me too?

Kau tampak begitu manis mengenakan kemeja itu
Menyedihkan, karena rasanya justru menyakitkan
Aku rela melakukan apa saja demi dirimu
Tapi apakah kau juga mau melakukan hal yang sama untukku?

[Chorus]
'Cause I swallowed the bubble gum
Oh, and these seven years will be pretty dumb
Oh, pink flowers grow from my skin
Oh, Pepto Bismol veins and I grin
Ooh, ooh, ooh, oh, oh

Karena aku menelan permen karet itu
Oh, dan tujuh tahun ke depan ini bakal terasa konyol
Oh, bunga-bunga merah muda tumbuh dari kulitku
Oh, pembuluh darahku sewarna Pepto Bismol dan aku pun tersenyum
Ooh, ooh, ooh, oh, oh

Add your comment